Ini Jawaban Polri Soal Tes Keperawanan Polwan

Tes keperawanan Polwan - adakah?
Beredarnya kabar keharusan calon polisi wanita (polwan) mengikuti tes keperawanan menuai kritik dari sejumlah pihak, terutama organisasi pemantau hak asasi manusia (Human Right Watch). Tes keperawanan Polwan tersebut juga mendapat sorotan media internasional seperti Time, Guardian dan ABC.

Menanggapi kritik itu, pihak Polri tidak seragam menjawab. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan kritikan kepada Polri. Namun ia menandaskan, tes kesehatan tersebut bertujuan untuk mempersiapakan para calon anggota untuk menjadi personil Polri yang handal nantinya.

“Kami berterimakasih, tapi tolonglah yang sudah kami tentukan dalam rangka melahirkan polisi-polisi yang tangguh ke depan, yang sudah kami jadikan SOP atau ketentuan, yang telah ditetapkan Polri itu tolong dihormati. Itu sudah sekian puluh tahun kami kerjakan,” kata Agus seperti dikutip Republika, Selasa 18 November 2014.

Sedangkan Mabes Polri melalui juru bicaranya, Inspektur Jenderal Ronny Frangky Sompie, membantah adanya tes keperawanan calon polwan. Menurutnya, tidak ada tes yang mengkhususkan mengetahui setiap calon peserta perawan atau tidak.

“Yang ada adalah tes kesehatan secara menyeluruh,” kata Ronny seperti dikutip Detik, Selasa 18 November 2014.

Ronny menjelaskan, tes kesehatan menyeluruh itu dilakukan dengan mengecek seluruh bagian tubuh, termasuk alat vital dan reproduksi. Tidak hanya perempuan, calon peserta polisi laki-laki pun demikian. Tes dilakukan di ruang terpisah. Laki-laki diperiksa oleh medis laki-laki dan perempuan diperiksa oleh medis perempuan.

Ronny menggambarkan, ketika seorang peserta perempuan dicek alat reproduksinya, maka tim medis ingin mengetahui apakah peserta itu mengidap tumor atau penyakit menular sehingga tidak mengganggu pendidikan fisik yang akan dijalaninya dan juga tidak membuat rekan angkatannya tertular.

Ia menambahkan, faktor keperawanan keperawanan bukan faktor utama penilaian seorang calon polisi. Meskipun masih perawan tapi kalau tidak sehat, maka ia tidak akan diterima. Sebaliknya, menurut Ronny, kalaupun diketahui calon polwan tersebut tidak perawan tetapi sehat, ia bisa diterima.

Merdeka mengutip surat kabar asal Inggris mengatakan bahwa di situs kepolisian Republik Indonesia tertera keharusan tes keperawanan calon polwan. “Untuk tambahan dalam tes kesehatan dan mental, perempuan yang ingin menjadi polisi harus tes selaput dara. Jadi seluruh calon polwan harus bisa mempertahankan keperawanan mereka,” demikian bunyi pengumuman tersebut sebelum dihapus. (Siyasa/beritapopuler.com)

Comments

Archive