INDONESIA DARURAT SYI’AH


INDONESIA DARURAT SYI’AH

INI pengingat. Kasus ini sempat menghebohkan dunia Islaam di Indonesia. Sedemikian banyaknya kader NU terbukti belajar di negeri pusat Syi'ah, di Iran. Setelah diselidiki, adalah karena diam-diam dikirim ke Iran oleh Said Aqil Siradj. Lalu diketahui oleh para tetua NU, dan MUI, dan banyak Ormas Islam, lantas SAS ditegur!
Ternyata SAS memang menipu. Dan tidak ada kesepakatan resmi antara NU dengan Iran soal ini. Boleh jadi para kader NU yang terlanjur di Iran itu pun tertipu. Dan akibatnya, virus-virus kesesatan Syi'ah boleh jadi sudah meracuni mereka. Padahal pendiri utama NU, K.H. Hasyim Asy'ary jelas sekali berpesan agar Nahdliyyiin NU MENJAUHI SYI'AH❗❗
Image tidak kurang dari 7.000-an mahasiswa Indonesia diperkirakan sedang dan telah belajar ke Iran, sebuah negara yang notabene pusat cuci otak untuk menjadi pendukung Syi’ah. Kabar ini dikemukakan oleh salah seorang anggota DPR Komisi VIII, Ali Maschan Musa.

Padahal sewaktu kemarin ada evakuasi besar-besaran mahasiswa Indonesia di Mesir, ternyata jumlah mereka hanya sekitar 4.000-5.000 orang saja. Kalau yang kuliah ke Iran sampai angka 7.000, berarti ini bukan angka yang main-main.
“Saya tahun 2007 ke Iran dan bertemu dengan beberapa anak-anak Indonesia di sana yang belajar Syi’ah. Mereka nanti minta di Indonesia punya masjid sendiri dan sebagainya,” kata Ali dalam rapat dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Ito Sumardi, di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta.
Ini berarti dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan diramaikan oleh demam paham Syi’ah. Karena dalam hitungan 4-5 tahun ke depan, tentu mereka akan kembali ke Indonesia dengan membawa paham yang secara tegak lurus bertentangan dengan paham umat Islam di Indonesia yang nota bene Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Perkembangan Syi’ah di Indonesia
Sebenarnya untuk melihat hasil dari kaderissasi pemeluk Syi’ah di Indonesia, tidak perlu menunggu beberapa tahun ke depan. Sebab data yang bisa kita kumpulkan hari ini saja sudah biki kita tercengang dengan mulut menganga.
Betapa tidak, rupanya kekuatan Syi’ah di negeri kita ini diam-diam terus bekerja siang malam, tanpa kenal lelah. Hasilnya, ada begitu banyak agen-agen ajaran Syi’ah yang siap merenggut umat Islam Indonesia untuk menerima dan jatuh ke pelukan ajaran ini.


Iranian Corner di Perguruan Tinggi Islam
Perkembangan Iranian Corner di Indonesia khususnya Perguruan Tinggi cukup marak. Di Jakarta, Iranian Corner ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Jogjakarta sebagai kota pelajar malah punya tiga sekaligus, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bisa dibayangkan, Yogyakarta, satu kota saja ada 3 Iranian Corner; yang satu UIN, yang dua Muhammadiyah. Di Malang juga ada di Universitas Muhammadiyah Malang.

Islamic Cultural Center (ICC)
Di Indonesia Iran memiliki lembaga pusat kebudayaan Republik Iran, ICC (Islamic Cultural Center), berdiri sejak 2003 di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Dari ICC itulah didirikannya Iranian Corner di 12 tempat tersebut, bahkan ada orang-orang yang aktif mengajar di ICC itu.
Di antara tokoh yang mengajar di ICC itu adalah kakak beradik: Umar Shihab ( salah seorang Ketua MUI -Majelis Ulama Indonesia Pusat) dan Prof Quraish Shihab (mantan Menteri Agama), Dr Jalaluddin Rakhmat, Haidar Bagir dan O. Hashem. Begitu juga sejumlah keturunan alawiyin atau habaib, seperti Agus Abu Bakar al-Habsyi dan Hasan Daliel al-Idrus.

Undangan Cuci Otak ke Iran
Siapa yang menolak kalau diundang jalan-jalan ke luar negeri. Buat banyak orang di negeri kita, jalan-jalan ke luar negeri memang sudah jadi demam tersendiri, tidak terkecuali para anggota DPR. Nah, sifat norak dan kampungan seperti itu juga dimanfaatkan oleh Iran untuk memberikan jalan-jalan gratis ke pusat-pusat pengajaran Syi’ah di Iran. Sudah tidak terhitung tokoh Islam Indonesia yang diundang untuk berkunjung ke Iran, tentu saja judulnya bukan cuci otak, tetapi atas nama studi banding dan sejenisnya.
Namun rata-rata tokoh yang sudah pernah diundang kesana, begitu pulang bicaranya penuh pembelaan kepada Syi’ah, bahkan ada yang menganggap perbedaan Syi’ah dengan Sunni bukan perbedaan prinsipil dan sebagainya. Tanpa malu-malu mereka telah menjilat Iran, padahal negeri itu adalah pembantai ulama-ulama Sunni, bahkan penghancur masjid-masjid dan kitab-kitab rujukan Sunni.

Beasiswa Pelajar ke Iran
Syi’ah merekrut para pemuda untuk diberi beasiswa untuk dibelajarkan ke Iran. Kini diperkirakan ada 7.000-an mahasiswa Indonesia yang dibelajarkan di Iran, disamping sudah ada ribuan yang sudah pulang ke Indonesia dengan mengadakan pengajian ataupun mendirikan yayasan dan sebagainya. Sekembalinya ke tanah air, para lulusan Iran ini aktif menyebarkan faham Syi’ah dengan membuka majelis taklim, yayasan, sekolah, hingga pesantren.
Di antaranya Ahmad Baraqbah yang mendirikan Pesantren al-Hadi di Pekalongan (sudah hangus dibakar massa), ada juga Husein al-Kaff yang mendirikan Yayasan Al-Jawwad di Bandung, dan masih puluhan yayasan Syi’ah lainnya yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Yayasan, Pengajian dan Ikatan Penyebar Aqidah Syi’ah
Pada tahun 2001 saja sudah terdapat 36 yayasan Syi’ah di Indonesia. Dan tidak kurang dari 43 kelompok pengajian yang intensif menanamkan aqidah Syi’ah sudah berdiri. Berikut data-data Syi’ah di indonesia yang untuk saat ini bisa kami himpun.

A. Yayasan

Yayasan Fatimah, Condet, Jakarta., Yayasan Al-Muntazhar, Jakarta, Yayasan Al-Aqilah,  Yayasan Ar-Radhiyah, Yayasan Mulla Shadra, Bogor, Yayasan An-Naqi, Yayasan Al-Kurba, YAPI, Bangil, Yayasan Al-Itrah, Jember, Yayasan Rausyan Fikr, Jogya, Yayasan babiim, Jember, Yayasan Muthahhari, Bandung, YPI Al-Jawad, Bandung, Yayasan Muhibbin, Probolinggo, Yayasan Al-Mahdi, Jakarta Utara, Yayasan Madina Ilmu, Bogor, Yayasan Insan Cita Prakarsa, Jakarta, Yayasan Asshodiq, Jakarta Timur, Yayasan Babul Ilmi, Pondok Gede,  Yayasan Azzahra Cawang, Yayasan Al-Kadzim, Yayasan Al-Baroah, Tasikmalaya, Yayasan 10 Muharrom, Bandung, Yayasan As Shodiq, Bandung, Yayasan As Salam, Majalengka, Yayasan Al Mukarromah, Bandung, Yayayasan Al-Mujataba, Purwakarta, Yayasan Saifik, Bandung, Yayasan Al Ishlah, Cirebon, Yayasan Al-Aqilah, Tangerang, Yayasan Dar Taqrib, Jepara, Yayasan Al-Amin, Semarang, Yayasan Al-Khoirat, Jepara, Yayasan Al-Wahdah, Solo, Yayasan Al-Mawaddah, Kendal, Yayasan Al-Mujtaba, Wonosobo, Yayasan Safinatunnajah, Wonosobo, Yayasan Al-Mahdi, Jember, Yayasan Al-Muhibbiin, Probolinggo, Yayasan Attaqi, Pasuruan, Yayasan Azzhra, Malang, Yayasan Ja’far As-Shadiq, Bondowoso, Yayasan Al-Yasin, Surabaya, Yapisma, Malang, Yayasan Al-Hujjah, Jember, Yayasan Al-Kautsar, Malang, Yayasan Al-Hasyim, Surabaya, Yayasan Al-Qoim, Probolinggo, Yayasan Al-Kisa, Denpasar, Yayasan Al-Islah, Makasar, Yayasan Paradigma, Makasar, Yayasan Fikratul Hikmah, Jl Makasar, Yayasan Sadra, Makasar, Yayasan Pinisi, Makassar, Yayasan LSII, Makasar, Yayasan Lentera, Makassar, Yayasan Nurtsaqolain, Sulawesi Selatan, Yas Shibtain, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Yayasan Al-Hakim, Lampung, Yayasan Pintu Ilmu, Palembang, Yayasan Al-Bayan, Palembang, Yayasan Ulul Albab, Aceh, Yayasan Amali, Medan, Yayasan Al-Muntadzar, Samarinda, Yayasan Arridho, Banjarmasin, Yayasan Al-Itrah, Bangil,

B. Pengajian

MT Ar-Riyahi, Pengajian Ummu Abiha, Pondok Indah, Pengajian Al-Bathul, Cililitan.

Comments

Archive